“Sang
Waktu”
Siapa
diriku seribu tahun silam
Siapa
diriku seribu tahun yang akan datang
Mungkin
dahulu aku telah dihidupkan kemudian
dimatikan
Dihidupkan
kembali seribu tahun kemudian
Dipertemukan
dengan dirimu atas nama takdir
Denganmu
aku berharga
Karena
kau aku bahagia
Mungkin
seribu tahun lalu aku pernah merasakannya
Kini
kembali dengan rasa yang sama
Lalu
hanya menjadi kenangan yang terlupa
Setelah
seribu tahun yang akan datang
Aku
adalah fitrah kembali
Suci
seperti lembaran mori yang membungkus tubuhku seratus tahun lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar