Kamis, 22 September 2016

Puisi Sang Waktu

“Sang Waktu”
Siapa diriku seribu tahun silam
Siapa diriku seribu tahun yang akan datang
Mungkin dahulu aku telah dihidupkan  kemudian dimatikan
Dihidupkan kembali seribu tahun kemudian
Dipertemukan dengan dirimu atas nama takdir
Denganmu aku berharga
Karena kau aku bahagia
Mungkin seribu tahun lalu aku pernah merasakannya
Kini kembali dengan rasa yang sama
Lalu hanya menjadi kenangan yang terlupa
Setelah seribu tahun yang akan datang
Aku adalah fitrah kembali
Suci seperti lembaran mori yang membungkus tubuhku seratus tahun lagi












Tidak ada komentar:

Posting Komentar