Sabtu, 12 Desember 2020

JNE menghina Banser NU, Rugi Besar ?



Hari ini 12 Desember 2020 bersamaan dengan Big-sale 12-12 online shop. Twitter sedang dihebohkan dengan hastag  #boikotJNE yang menjadi tranding.  Hal ini dipicu oleh postingan salah satu cabang JNE yaitu JNE Sorogenen yang mengirim unggahan yang dianggap menghina banser.Setelah postingan twitter dari salah satu cabang JNE tersebut lalu muncul seruan dari Rais Syuriah PBNU se-Indonesia untuk tidak lagi menggunakan jasa JNE sebagai agen pengiriman. Seruan ini di sampaikan melalui media sosial Facebook pada hari ini Sabtu, 12-12-2020.

“Saya serukan kepada seluruh warga NU se-Indonesia untuk tidak menggunakan jasa JNE” begitu seruan yang disampaikan  Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin melalui facebook. Meskipun postingan KH Ahmad Ishomudin atau lebih akrab disapa Gus Ishom ini tidak disertai alasannya secara rinci namun rupanya postingan ini sangat berpengaruh dan sudah di bagikan sebanyak 585 kali dan disukai ribuan netizen di dunia maya.

Menanggapi seruan boikot ini beberapa pengusaha dari kalangan Nahdatul Ulama seperti Muhammad HR mengaku siap mengikuti seruan boikot tersebut. “Sebagai Nahdliyyin, kami sami’na wa atho’na saja” kata beliau melalui media sosial Whats apps.

Bahkan ada yang rela menambal kekurangan uang untuk ongkir jika pelanggan keberatan menggunakan jasa selain JNE. Pengusaha dari kalangan NU siap mendukung seruan ini dengan mengarahkan pelanggannya untuk pindah ke jasa kirim yang lain.

Komentar nurut dawuh juga sudah bermunculan dengan cepat bahkan ada yang memberikan komentar bahwa siap memakai jasa agen pengiriman yang lain meskipun selama ini sudah menggunakan JNE mencapai 20 juta per bulan.  Bahkan dilanjut dengan komentar menohok mungkin akan pake JNE lagi kalau mau kirim onta ke Arab dari akun SitiDa Tahar dari Lampung.

Dengan kondisi yang demikian pihak JNE sempat memberi klarifikasi bahwa pihaknya adalah bisnis pengiriman yang netral terhadap golongan agama dan suku apapun sehingga JNE berharap tidak menimbulkan kesalahpahaman. Namun masyarakat NU terkhusus dari kalangan BANSER sangat menyayangkan adanya postingan yang merendahkan BNSER di media sosial JNE.

Kemungkinan besar JNE akan banyak kehilangan pelanggannya. Apalagi pebisnis dari kalangan NU diseluruh Indonesia tidaklah sedikit jumlahnya. Entah berapa penurunan omset yang akan dialami oleh JNE setelah ini. Akankah JNE tetap bisa bertahan ditengah persaingan setelah ini?

 

Maryani Sri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar