Cerita Baju
Adat Kamis di Sekolah Menengah Vokasi Demak.
“Kang Mas, telah maryani renungkan dengan rok span dari kain bermotif Bali yang cukup menyulitkan Maryani berjalan.
Dirimu sudah
melihat film Kartini, Kartini dulu terkekang Roknya dalam adatnya, budayanya,
pakaiannya, batasannya yang menyulitkan ruang geraknya apalagi sebagai
perempuan. Namun Kartini sampai Belanda mas, melalui surat-suratnya. Sungguh
membuat cemburu bukan?
Ini Maryani
mas, hari ini hidup dalam kebebasan, seorang Bapak yang sangat demokratis, ibu
yang penuh akan dukungan, kasih sayang sempurna yang sangat menghidupkan.
Maryani mas
yang bahkan tidak dikekang oleh rok span yang menyulitkan, tapi belum sampai
Belanda atau negeri Eropa manapun.
Menemu
saudara Belanda di negeriku saja, aku malu bicara, aku hanya menyapa pun tak
lama. Aku tak berani mengenal dan bahkan berdiskusi tentang polemic negeri di
masa 4.0. Bahkan ditengah akses internet yang luar biasa mudah tak ada satu
teman pun dari negari Eropa yang aku punya. Aku hanya mengenal satu dari Negara
Timur. Pun tak menghasilkan apapun yang aku diskusikan tentang ekonomi atau
budaya bahkan agama. Tidak mas, belum, aku ingin itu.
Aku kalah
jauh mas dengan Kartini tempo dulu padahal aku ada dimasa yang jauh
meninggalkan Kartini masa itu.
Mas tolong
tuntut Maryani. Mencintai maryani secara tulus dan apa adanya cukup sampeyan
yang tau dan jadi prinsip. Namun tampakkanlah padaku cinta kasih darimu yang
penuh motivasi, penjagaan dan dorongan. Maryani ingin berjalan hebat dalam kisah
ini dengan kamu.
Perempuan
ini adalah anak didikmu di sepanjang kisah. Kang sampeyan Gurunya. Metode
mendidik seperti apa yang akan sampeyan terapkan terhadap diriku untuk membawa
diriku pada kata Mandiri.
Keberhasilanmu
sebagai kekasih adalah tatkala aku mampu berkembang secara penuh dengan potensi
yang aku punya hingga aku tumbuh menjadi hebat dalam keanggunan budaya Jawa
yang modern tanpa diskriminasi gender. Begitupun sebaliknya keberhasilanku adalah tatkala kamu menjadi dirimu sendiri dan mencapai pencapaian-pencapaian besarmu.
Begitu
penjagaan yang diimpikan perempuan modern bukan lah penjagaan dalam bingkai
pakaian yang panjangnya berlebihan dan batasan bersosial yang sulit diterima
akal.
Kangmasku
yang berpikiran terbuka. Mari berjalan berkerjasama, kami sepasang pemuda yang
akan berkarya.
Perlulah
kami membuat prestasi dari perjalanan ini mas
Salam hormat
dan cinta kasih ,Dari kekasihmu
Kartinimu tahun
ini 2019“
Jika saya
punya pacar saya pastikan dia telah membacanya untuk kemajuan bersama, jika aku
sedang tidak punya pacar aku pastikan pacarku nanti akan membacanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar