Ahad,
20 Mei 2018
04
Romadhon 1439 H
Allah
tidak pernah menciptakan produk gagal. Allah selalu menciptakan mahkluk yang
sempurna. Manusia adalah mahkluk Allah yang paling sempurna dari pada
makhlukNya yang lain. Hal ini bermula dari awal penciptaan manusia yaitu
peniupan kehidupan pada Nabi Adam AS. Yang berisi keutamaan-keutamaan dibanding
makhluknya yang lain.
Manusia
tercipta dari gumpalan tanah sebagaimana
Allah menciptakan nabi Adam. Pada saat pengambilan gumpalan tanah yang yang ada
di bumi, bumi sempat menolak malaikat
yang akan mengambil tanah, namun akhirnya bumi mengizinkan kepada malaikat
untuk mengambil tanah dengan 7 lapisan tanah. Gumpalan tanah tersebut dibentuk
dan diberikan ruh serta kecerdasan yang istimewa. Bahkan malaikatpun mengakui
kecerdasan manusia.
Ruh
yang ada pada manusia sebelum dimasukkan ke jasad akan dimintai kesaksian akan
Ke-Esaan Allah. Ruh tidak dapat memilih akan masuk ke jasad yang mana karena
semua itu adalah takdir Allah SWT. Namun untuk memilih jasad yang cantik dan
tampan dapat dilakukan oleh orang tua melalui tatacara dan doa khusus. Dari
saat membuat maupun saat kehamilan baik 4 bulanan maupun 7 bulanan.
Manusia
mulai dari umur 0-3 tahun memiliki keistimewaan tuhaniyyah karena hatinya yang
masih suci. Keistimewaan tersebut dapat dilihat dari bayi yang dapat menarik
hati semua orang, semua keinginan sang bayi dapat terkabul dengan daya tariknya.
Manusia
melalui puasa dibulan Ramadhan diharapkan hatinya kembali bersih (ruhaniyyahnya
menjadi istimewa) saat idul fitri kembali ke fitrah. Penciptaan manusia yaitu
beribadah kepada Allah. Salah satu kunci utamanya adalah menemukan dan
memanfaatkan keutamaan Lailatul Qodr.
Oleh karena itu dari awal Ramadhan kita bersama harus mengoptimalkan hati untuk
beribadah kepada Allah SWT bisa dimulai dari ujlah menghindari dari makhluk kemudian akan menjadi khalwat kepada Allah secara langsung.
Cara
khalwat (meditasi) :
1. Suci
dan mengambil air wudu
2. Menghadap
kiblat
3. Duduk
bersila dan tegak sejajar
4. Tangan
seperti berdoa dengan tangan kanan diatas
5. Tarik
napas dari hidung kemudian keluarkan melalui mulut
6. Niat
dimulai dari ta’awudz kemudian niat
khalwat
7. Bayangkan
satu titik sinar di hati dan satu titik sinar di pikiran kemudian gabungkan
kedua titik sinar tersebut melalui kekuatan pikiran
8. Otomatis
akan ada tarikan napas yang menandakan bahwa kita sedang menyerap nur Muhammad
yang ada makhluk baik makhluk hidup maupun makhluk mati
9. Jika
tingkat kesadaran kita sudah mulai dibimbing langsung oleh Allah SWT baik dalam
gerakan tangan maupun gerakan lisan dalam dzikir kepada Allah
10. Ucap
dan lantunkan Astagfirrullahal’adziim
3x secara lisan maupun didalam hati
11. Berkhalwat
dapat dilakukan dimana saja dengan waktu yang sebentar 2-3 menit
Sumber
: Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
Ponpes
Assabiila Patemon Gunung Pati Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar