Senin, 21 Mei 2018

Manusia makhluk yang lebih sempurna


Ahad, 20 Mei 2018
04 Romadhon 1439 H



Allah tidak pernah menciptakan produk gagal. Allah selalu menciptakan mahkluk yang sempurna. Manusia adalah mahkluk Allah yang paling sempurna dari pada makhlukNya yang lain. Hal ini bermula dari awal penciptaan manusia yaitu peniupan kehidupan pada Nabi Adam AS. Yang berisi keutamaan-keutamaan dibanding makhluknya yang lain.
Manusia tercipta dari  gumpalan tanah sebagaimana Allah menciptakan nabi Adam. Pada saat pengambilan gumpalan tanah yang yang ada di bumi, bumi sempat  menolak malaikat yang akan mengambil tanah, namun akhirnya bumi mengizinkan kepada malaikat untuk mengambil tanah dengan 7 lapisan tanah. Gumpalan tanah tersebut dibentuk dan diberikan ruh serta kecerdasan yang istimewa. Bahkan malaikatpun mengakui kecerdasan manusia.
Ruh yang ada pada manusia sebelum dimasukkan ke jasad akan dimintai kesaksian akan Ke-Esaan Allah. Ruh tidak dapat memilih akan masuk ke jasad yang mana karena semua itu adalah takdir Allah SWT. Namun untuk memilih jasad yang cantik dan tampan dapat dilakukan oleh orang tua melalui tatacara dan doa khusus. Dari saat membuat maupun saat kehamilan baik 4 bulanan maupun 7 bulanan.
Manusia mulai dari umur 0-3 tahun memiliki keistimewaan tuhaniyyah karena hatinya yang masih suci. Keistimewaan tersebut dapat dilihat dari bayi yang dapat menarik hati semua orang, semua keinginan sang bayi dapat terkabul dengan daya tariknya.
Manusia melalui puasa dibulan Ramadhan diharapkan hatinya kembali bersih (ruhaniyyahnya menjadi istimewa) saat idul fitri kembali ke fitrah. Penciptaan manusia yaitu beribadah kepada Allah. Salah satu kunci utamanya adalah menemukan dan memanfaatkan keutamaan Lailatul Qodr. Oleh karena itu dari awal Ramadhan kita bersama harus mengoptimalkan hati untuk beribadah kepada Allah SWT bisa dimulai dari ujlah menghindari dari makhluk kemudian akan menjadi khalwat kepada Allah secara langsung.
Cara khalwat (meditasi) :
1.      Suci dan mengambil air wudu
2.      Menghadap kiblat
3.      Duduk bersila dan tegak sejajar
4.      Tangan seperti berdoa dengan tangan kanan diatas
5.      Tarik napas dari hidung kemudian keluarkan melalui mulut
6.      Niat dimulai dari ta’awudz kemudian niat khalwat
7.      Bayangkan satu titik sinar di hati dan satu titik sinar di pikiran kemudian gabungkan kedua titik sinar tersebut melalui kekuatan pikiran
8.      Otomatis akan ada tarikan napas yang menandakan bahwa kita sedang menyerap nur Muhammad yang ada makhluk baik makhluk hidup maupun makhluk mati
9.      Jika tingkat kesadaran kita sudah mulai dibimbing langsung oleh Allah SWT baik dalam gerakan tangan maupun gerakan lisan dalam dzikir kepada Allah
10.  Ucap dan lantunkan Astagfirrullahal’adziim 3x secara lisan maupun didalam hati
11.  Berkhalwat dapat dilakukan dimana saja dengan waktu yang sebentar 2-3 menit


Sumber : Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
         Ponpes Assabiila Patemon Gunung Pati Semarang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar