Senin, 21 Mei 2018

Romadhon (Syahrussiyaam, Syahrul Qur’an, Syahrul Mustajab, Syahrul Barokah)


Jumat, 18 Mei 2018
02 Romadhon 1439 H




Romadhon (Syahrussiyaam, Syahrul Qur’an, Syahrul Mustajab, Syahrul Barokah)
Ada 3 pintu kecerdasan manusia, jika salah satu pintu tidak dijaga, maka besar kemungkinan manusia menjadi atheis. Dua pintu diantaranya adalah hawa dan syahwat. Pernah terjadi pengujian bagi syahwat untuk tunduk kepada Allah SWT. Pertama Syahwat diuji dengan didekatkan pada matahari, hingga syahwat kepanasan namun syahwat tidak mau tunduk. Kedua syahwat diuji dengan didekatkan dengan kedinginan hingga syahwat itu membeku namun syahwat tak juga mau tunduk. Sampai pada ujian yang ke tiga yaitu rasa lapar, dengan rasa lapar syahwat mau ditundukkan. Syahwat pada diri manusia dapat tunduk ketika diri manusia dalam kondisi lapar.
Sebab itulah mengapa Allah SWT menciptakan bulan Ramadhan(syahrussiyaam) Agar syahwat dapat tunduk di hadapan Allah. Baru setelah itu munculah bulan Ramadhan (syahrulbarokah) dimana dengan rasa lapar dapat memunculkan barokah dari Allah SWT. Karena itu sahur memiliki hukum sunah bukan wajib. Bahkan Nabiyullah Muhammad SAW ketika sahur hanya makan 3 buah kurma. Jadi yang menjadi masalah bukanlah puasanya kuat atau tidak tapi puasanya berkah atau tidak.
Ketika keberkahan sudah muncul maka bulan Ramadhan (syahrul mustajab) dimana puasa tersebut akan membawa doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah akan menjadi mustajab. Begitu pula dengan amalan-amalannya. Ketika sudah mustajab maka akan muncul bulan Ramadhan (Syahrul Qur’an). Al Quran adalah sesuatu yang istimewa di bulan Ramadhan. Al Quran adalah dawuh (firman) Allah yang termaktub dalam mushaf. Dimana ketika memegang dan membacanya dibutuhkan kesucian melalui wudhu. Al Quran adalah adalah dawuh Allah yang dijadikan pedoman bagi umat Islam (Muslim) yang wajib dipatuhi dan dilaksankan.  Dawuh Allah kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang setelah dibukukan disebut Mushaf Al Quran. Dawuh Allah kepada nabi Muhammad secara langsung disebut Hadits Qudsi, Dawuh Allah kepada manusia biasa disebut Islam.
Bulan Ramadhan (Syahrul Qur’an) merupakan level tinggi, dimana untuk mencapainya manusia harus mlewati lapar(syahrussyiyaam), berkah (syahrul barokah), dan syahrul mustajab. Tidak semua manusia dapat mencapai level ini. Namun manusia memiliki kemampuan untuk mencapai level ini (syahrul Qur’an) dimana hati, pikiran, dan tingkah lakunya dipenuhi dengan Al Qur’an. Hal ini terjadi karena manusia tercipta dari serpihan saripati Nur Muhammad. Untuk bisa membuka saripati Nur Muhammad maka manusia harus berkeja dengan keiklasan niat Lillahita’ala atas segala amal ibadahnya. Jangan menyertai niat amal ibadah tersebut dengan hajat atau keinginan, karena ditakutkan amal ibadah tersebut hanya dikerjakan untuk memenuhi hajat tersebut. Jadikanlah amal ibadah untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Jika punya hajat atau keinginan anggap saja hajat tersebut sudah tercapai dan dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu dzikirnya selalu berucap dzikir hati yaitu Alhamdulillah walaupun dzikir lisannya adalah sholawat maupun tasbih atau lainnya.

Sumber : Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
    Ponpes Assabiila Patemon Gunung Pati Semarang
                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar