Jumat,
18 Mei 2018
02
Romadhon 1439 H
Romadhon
(Syahrussiyaam, Syahrul Qur’an, Syahrul Mustajab, Syahrul Barokah)
Ada
3 pintu kecerdasan manusia, jika salah satu pintu tidak dijaga, maka besar
kemungkinan manusia menjadi atheis. Dua pintu diantaranya adalah hawa dan
syahwat. Pernah terjadi pengujian bagi syahwat untuk tunduk kepada Allah SWT.
Pertama Syahwat diuji dengan didekatkan pada matahari, hingga syahwat kepanasan
namun syahwat tidak mau tunduk. Kedua syahwat diuji dengan didekatkan dengan
kedinginan hingga syahwat itu membeku namun syahwat tak juga mau tunduk. Sampai
pada ujian yang ke tiga yaitu rasa lapar, dengan rasa lapar syahwat mau
ditundukkan. Syahwat pada diri manusia dapat tunduk ketika diri manusia dalam
kondisi lapar.
Sebab
itulah mengapa Allah SWT menciptakan bulan Ramadhan(syahrussiyaam) Agar syahwat
dapat tunduk di hadapan Allah. Baru setelah itu munculah bulan Ramadhan (syahrulbarokah)
dimana dengan rasa lapar dapat memunculkan barokah dari Allah SWT. Karena itu
sahur memiliki hukum sunah bukan wajib. Bahkan Nabiyullah Muhammad SAW ketika
sahur hanya makan 3 buah kurma. Jadi yang menjadi masalah bukanlah puasanya
kuat atau tidak tapi puasanya berkah atau tidak.
Ketika
keberkahan sudah muncul maka bulan Ramadhan (syahrul mustajab) dimana puasa
tersebut akan membawa doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah akan menjadi mustajab.
Begitu pula dengan amalan-amalannya. Ketika sudah mustajab maka akan muncul
bulan Ramadhan (Syahrul Qur’an). Al Quran adalah sesuatu yang istimewa di bulan
Ramadhan. Al Quran adalah dawuh (firman) Allah yang termaktub dalam mushaf.
Dimana ketika memegang dan membacanya dibutuhkan kesucian melalui wudhu. Al
Quran adalah adalah dawuh Allah yang dijadikan pedoman bagi umat Islam (Muslim)
yang wajib dipatuhi dan dilaksankan.
Dawuh Allah kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril yang setelah
dibukukan disebut Mushaf Al Quran. Dawuh Allah kepada nabi Muhammad secara
langsung disebut Hadits Qudsi, Dawuh Allah kepada manusia biasa disebut Islam.
Bulan
Ramadhan (Syahrul Qur’an) merupakan level tinggi, dimana untuk mencapainya
manusia harus mlewati lapar(syahrussyiyaam), berkah (syahrul barokah), dan
syahrul mustajab. Tidak semua manusia dapat mencapai level ini. Namun manusia
memiliki kemampuan untuk mencapai level ini (syahrul Qur’an) dimana hati,
pikiran, dan tingkah lakunya dipenuhi dengan Al Qur’an. Hal ini terjadi karena
manusia tercipta dari serpihan saripati Nur Muhammad. Untuk bisa membuka
saripati Nur Muhammad maka manusia harus berkeja dengan keiklasan niat Lillahita’ala atas segala amal
ibadahnya. Jangan menyertai niat amal ibadah tersebut dengan hajat atau
keinginan, karena ditakutkan amal ibadah tersebut hanya dikerjakan untuk
memenuhi hajat tersebut. Jadikanlah amal ibadah untuk bersyukur kepada Allah atas
segala nikmat yang telah diberikan. Jika punya hajat atau keinginan anggap saja
hajat tersebut sudah tercapai dan dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu
dzikirnya selalu berucap dzikir hati yaitu Alhamdulillah
walaupun dzikir lisannya adalah sholawat maupun tasbih atau lainnya.
Sumber
: Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
Ponpes Assabiila Patemon Gunung Pati
Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar