Senin,
21 Mei 2018
05
Romadhon 1439 H
Kuburlah
dirimu didalam bumi yang paling dalam karena sesuatu yang tubuh dipermukaan
hasilnya tidak maksimal. Sebagaimana tanaman yang ditanam dibumi akan memiliki
akar yang kuat sedangkan tanaman yang hanya tumbuh dipermukaan hasilnya tidak
akan maksimal. Ini versi lebih tinggi dari versi kemarin dimana versi
sebelumnya yang dikubur adalah jasad yang dilakukan dengan ujlah atau khalwat.
Sedangkan ini adalah ruhaniyyah yang ditenggelamkan (tidak menginginkan pujian
manusia yang muncul hanya asmaul husna didalam hati). Misalnya : Alhamdulillah
Ya Allah dengan Rahmatmu diriku mampu......
Inilah
dasar tasawuf dan tawadu’. Caranya adalah dengan berani
ber-ujlah dan berkhalwat secara jasmaniyyah selanjutnya ruhaniyyah. Berpikir
positif karena berpikir adalah bagian dari berdoa. Dalam berdoa hindari kata
tidak dan jangan.
Menurut
Syekh Jalaluddin Rumi “Rasa cinta selalu ditandai dengan pikiran mengenai hal
yang dicintai”
Harus
menyadari manusia hanya 1 persen pertahankan satu persen tersebut makan asmaul
husna 99 persen akan membimbing kita. Sehingga akan muncul 100 persen disitulah
muncul kecerdasan kesejatian manusia. Maka mumpung masih di pondok belajar
khalwat atau ujlah. Karena dipondok dapat dilakukan bersama teman.
Sumber
: Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
Ponpes Assabiila Patemon Gunung Pati
Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar