Sabtu,
19 Mei 2018
03
Romadhon 1439 H
Orang
yang kuat bukanlah orang yang kuat tenaganya, namun orang yang kuat niatnya.
Maka dari itu istiqomah adalah salah satu syarata dari kuatnya niat. Jika ada
dawuh harus dilaksanakan secepatnya dan tetap istiqomah.
Belajar
berkhalwat (menyendiri secara ruhaniyyah) sebelum Allah memaksa mengkhalwatkan
diri kita dengan jauh menjauhkan kita dari teman-teman, dll. Untuk belajar
berkhalwat maka hal pertama yang harus dilakukan adalah khalwat secara jasmaniyyah
(terutama mengurangi guyonan bercanda
atau menggunjing).
Bulan
Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk berkhalwat, maka didalam diri
harus dimunculkan sikap keberanian untuk berkhalwat nanti Allah-lah yang akan
membimbing diri kita. Bahkan Rosulullah juga melekukan khalwat, yakni
berkhalwat (menyendiri atau bertapa) di gua hira’ di bulan Ramadhan. Disinilah
Rosulullah dibimbing langsung oleh Allah untuk menemukan jati dirinya dan
disinilah Al Quran sebagai pedoman umat Islam diturunkan. Maka dari itu khalwat
sangat dianjurkan bagi santri untuk menemukan kesejatian jatidirinya,
menghilangkan rasa kekhawatirannya kerena memiliki bimbingan langsung dari
Allah SWT.
Yang membuat sulit atau mudahnya hal adalah kebahagiaan hati. Hati harus dijaga disini dengan kalimat Alhamdulillah selain itu juga diisi dengan Al Quran , baik dari hati maupun membaca mushaf Al Quran. Membaca Al Quran adalah membaca rahmat Allah jangan hanya membaca untuk memenuhi target (karena nanti bacaannya akan diselingi hawa nafsu) dan hanya membaca Al Quran secara jasmaniyah saja. Kunci untuk membuka Rahmat Allah saat membaca Al Quran adalah terletak pada bacaan a’udzubillahiminasyaithoonirrojiim dan bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm.
Oleh karena itu yang paling harus dibersihkan adalah hati. Karena hati adalah kunci yang paling utama untuk mendapatkan bimbingan dari Allah untuk menemukan jati diri sejatinya.
Sumber
: Ngaos bersama Ayah Yai Moel Abee Rozaq
Ponpes Assabiila Patemon Gunung Pati
Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar