Jumat, 22 Desember 2017

Ilmu yang menyedihkan ?



Sesuatu Subjek yang membosankan, tidak menarik, dan tentu saja cukup banyak ditentang serta menyebabkan kekesalan; yang mungkin kita sebut, dengan istilah yang lebih dikenal, ilmu yang menyedihkan.
Deskripsi Thomas Carlyle mengenai ekonomi diperkenalkan sejak tahun 1849 . Ekonomi adalah sesuatu yang biasanya diperhatikan orang ketika banyak hal memburuk. Saat ekonomi dihadapkan pada krisis, ketika ribuan orang ketika pekerjaan mereka, ketika harga naik terlalu tinggi atau turun terlalu cepat baru kita akan memperhatikan ekonomi. Pada titik tersebut ada sedikit keraguan apa ekonomi cukup menyedihkan, terutama ketika ekonomi menggaris bawahi tantangan dan batasan yang kita hadapi, merinci realitas bahwa kita tidak dapat merinci semua hal yang kita inginkan, dan mengilustrasikan fakta bahwa manusia secara alami tidak sempurna.
Jika ekonomi hanya studi mengenai angka, statistik, dan teori maka analogi ilmu yang menyedihkan mungkin akan memiliki dasar yang lebuh kuat. Namun ekonomi hingga inti mendalam adalah studi mengenai orang. Ekonomi merupakan penyeelidikan bagaimana seseorang mampu berhasil, mengenai apa yang bisa membuat kita bahagia atau puas, mengenai bagaimana kemanusiaan telah berhasil selama beberapa generasi untuk menjadi lebih sehat dan sejahtera dari pada sebelumnya.
Ekonomi menyelidiki apa yang mendorong mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan, dan melihat bagaimana mereka bereaksi ketika dihadapkan dengan kesulitan dan keberhasilan. Ilmu ini menyelidiki pilihan yang dibuat orang ketika dihadapkan pada pilihan yang terbatas dan bagaimana mereka saling memperdagangkan satu sama lain. Jika merupakan pekerjaan sejarah untuk mengatakan kepada kita kesalahan apa yang kita buat selama belakangan ini, terserah kepada ekonomi untuk  mencari penyelesaian bagaimana cara untuk melakukannya dengan cara yang berbeda pada kali berikutnya. Apakah ekonomi berhasil dalam melakukan hal tersebut adalah pertanyaan yang lain.
Jika kita dapat melakukan kesalahan yang sama kembali lagi, lalu apa tujuan dari ekonomi?Jawabannya sangat sederhana. Kebijakan yang telah kita ikuti selama berabad-abad mengenai bagaimana car terbaik untuk menjalankan ekonomi kita membuat kita menjadi lebih kaya , lebih sehat, dan hidup lebih lama dari yang pernah dicapai oleh pendahulu kita.  Hal itu tidak semata-mata takdir. Orang hanya perlu melihat orang di Afrika Sub Sahara dan sebagian Asia dimana orang masih berada pada posisi yang sama seperti Eropa pada abad pertengahan untuk menyadari kemakmuran tidak diberikan Tuhan begitu saja. Bahkan kemakmuran sangat rentan, tetapi seperti yang selalu terjadi dengan ekonomi, kita menyia-nyiakan keberhasilan dan cenderung untuk berfokus pada sisi yang menyedihkan dari sesuatu hal. Hal itu merupakan sifat manusia. Banyak buku ekonomi berusaha menyingkirkan ilusi semacam ini.
Membaca kelanjutannya semoga membuat seseorang mampu berpikir sedikit seperti seorang ahli ekonomi, menanyakan pertanyaan menyelidik mengapa kita melakukan seperti apa yang kita lakukan, menolak kebijakan konvensional, dan memahami bahwa hal yang paling sederhana dalam hidup ternyata lebih rumit dari kelihatannya, dan semua menjadi lebih indah karenanya.
Edmund Conway, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar