Sesuatu Subjek yang membosankan,
tidak menarik, dan tentu saja cukup banyak ditentang serta menyebabkan
kekesalan; yang mungkin kita sebut, dengan istilah yang lebih dikenal, ilmu
yang menyedihkan.
Deskripsi Thomas
Carlyle mengenai ekonomi diperkenalkan sejak tahun 1849 . Ekonomi adalah
sesuatu yang biasanya diperhatikan orang ketika banyak hal memburuk. Saat
ekonomi dihadapkan pada krisis, ketika ribuan orang ketika pekerjaan mereka,
ketika harga naik terlalu tinggi atau turun terlalu cepat baru kita akan
memperhatikan ekonomi. Pada titik tersebut ada sedikit keraguan apa ekonomi
cukup menyedihkan, terutama ketika ekonomi menggaris bawahi tantangan dan
batasan yang kita hadapi, merinci realitas bahwa kita tidak dapat merinci semua
hal yang kita inginkan, dan mengilustrasikan fakta bahwa manusia secara alami
tidak sempurna.
Jika ekonomi hanya
studi mengenai angka, statistik, dan teori maka analogi ilmu yang menyedihkan
mungkin akan memiliki dasar yang lebuh kuat. Namun ekonomi hingga inti mendalam
adalah studi mengenai orang. Ekonomi merupakan penyeelidikan bagaimana
seseorang mampu berhasil, mengenai apa yang bisa membuat kita bahagia atau
puas, mengenai bagaimana kemanusiaan telah berhasil selama beberapa generasi
untuk menjadi lebih sehat dan sejahtera dari pada sebelumnya.
Ekonomi menyelidiki apa
yang mendorong mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan, dan melihat
bagaimana mereka bereaksi ketika dihadapkan dengan kesulitan dan keberhasilan. Ilmu
ini menyelidiki pilihan yang dibuat orang ketika dihadapkan pada pilihan yang
terbatas dan bagaimana mereka saling memperdagangkan satu sama lain. Jika
merupakan pekerjaan sejarah untuk mengatakan kepada kita kesalahan apa yang
kita buat selama belakangan ini, terserah kepada ekonomi untuk mencari penyelesaian bagaimana cara untuk
melakukannya dengan cara yang berbeda pada kali berikutnya. Apakah ekonomi
berhasil dalam melakukan hal tersebut adalah pertanyaan yang lain.
Jika kita dapat
melakukan kesalahan yang sama kembali lagi, lalu apa tujuan dari
ekonomi?Jawabannya sangat sederhana. Kebijakan yang telah kita ikuti selama
berabad-abad mengenai bagaimana car terbaik untuk menjalankan ekonomi kita
membuat kita menjadi lebih kaya , lebih sehat, dan hidup lebih lama dari yang
pernah dicapai oleh pendahulu kita. Hal
itu tidak semata-mata takdir. Orang hanya perlu melihat orang di Afrika Sub
Sahara dan sebagian Asia dimana orang masih berada pada posisi yang sama seperti
Eropa pada abad pertengahan untuk menyadari kemakmuran tidak diberikan Tuhan
begitu saja. Bahkan kemakmuran sangat rentan, tetapi seperti yang selalu
terjadi dengan ekonomi, kita menyia-nyiakan keberhasilan dan cenderung untuk
berfokus pada sisi yang menyedihkan dari sesuatu hal. Hal itu merupakan sifat
manusia. Banyak buku ekonomi berusaha menyingkirkan ilusi semacam ini.
Membaca
kelanjutannya semoga membuat seseorang mampu berpikir sedikit seperti seorang
ahli ekonomi, menanyakan pertanyaan menyelidik mengapa kita melakukan seperti
apa yang kita lakukan, menolak kebijakan konvensional, dan memahami bahwa hal
yang paling sederhana dalam hidup ternyata lebih rumit dari kelihatannya, dan
semua menjadi lebih indah karenanya.
Edmund
Conway, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar