Jumat, 22 Desember 2017

Validitas



Pengertian Validitas
Dalam memilih tes atau instrumen evaluasi guru harus memilih instrumen yang sesuai dengan kondisi sekolah yang ada serta tujuan yang ingin dicapai. Agar memenuhi kemampuan evaluasi maka jenis tes harus memiliki tiga karakter yaitu: valid, reliable, dan dapat digunakan. Ketentuan penting dalam evaluasi adalah bahwa hasilnya harus sesuai dengan keadaan yang dievaluasi. Mengevaluasi diumpamakan sebagai pekerjaan memotret maka hasil gambarnya harus sesuai dengan objek yang dipotret, tidak lebih baik atau lebih buruk dari aslinya. Untuk memperoleh hasil yang valid maka instrumennya juga harus valid.
Valid dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan kata “sahih”. “A test is valid if it measures what it purpose to measure” sebuah test dikatakan valid apabila mengukur apa yang hendak diukur (Johnson dan Johnson: 2002). Valid menurut Gronlund (1985) dapat diartikan sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari skor tes atau instrumen evaluasi. Validitas suatu instrumen evaluasi tidak lain adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. Validitas mempunyai makna penting antar lain:
1.      Validitas berhubungan dengan ketepatan interpretasi instrumen evaluasi untuk grup individual dan bukan instrumen itu sendiri;
2.      Diartikan sebagai derajat yang menunjukkan kategori yang bisa mencakup kategori rendah, menengah dan tinggi;
3.      Prinsip valid tidak universal. Valid untuk tujuan tertentu saja. Misalkan tes valid untuk siswa SMA belum tentu valid untuk siswa SMP.

Macam-Macam Validitas
            Validitas sebuah tes dapat diketahui dari hasil pemikiran dan pengalaman.  Secara garis besar ada dua macam validitas, yaitu validitas logis dan validitas empiris.

a.       Validitas Logis
“Logis” bermakna penalaran. Validitas logis dapat dicapai apabila instrumen yang disusun memenuhi ketentuan. Ada dua validitas logis yang dapat dicapai oleh sebuah instrumen. Yaitu validitas isi dan validitas konstrak. Validitas isi menunjukkan kondisi sebuah instrumen yang disusun berdasarkan isi materi pelajaran yang dievaluasi. Sedangkan validitas konstrak menunjukkan kondisi sebuah instrumen yang disusun berdasarkan aspek-aspek kejiwaan yang seharusnya dievaluasi.

b.      Validitas Empiris
“Empiris” bermakna pengalaman. Sebuah instrumen dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Contoh: berdasarkan pengalaman sehari-hari dapat disimpulkan bahwa orang ini memiliki sifat yang jujur.  Ada dua validitas empiris yaitu validitas ada sekarang dan validitas prediktif.
Sehingga diketahui ada empat macam validitas. 1) dan 2) dapat dicapai melalui penyusunan berdasarkan ketentuan atau teori. 3) dan 4) diketahui berdasarkan pengalaman. Penjelasan masing-masing validitas sebagai berikut: 

a.       Validitas isi
Validitas isi ialah derajat sebuah tes evaluasi mengukur. Untuk mendapatkan validitas isi diperlukan 2 aspek yaitu valid isi dan valid teknik sampling. Valid isi berisi hal-hal apakah item-item menggambarkan  hal yang akan diukur. Sedangkan teknik sampling mengenai bagaimana sample tes dapat mempresentasikan total cakupan tes.
Validitas isi dapat disebut sebagai validitas wajah dan juga validitas kulrikuler. Dikatakan validitas karena validitas isi mengukurtujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pembelajaran yang diberikan dimana materi itu tertera dalam kurikulum. Validitas isi dapat diusahakan tercapai sejak penyusunan dengan cara memerinci materi kurikulum, buku pelajaran.

b.      Validitas Konstruk
Konstruk maksudnya bukanlah “susunan” seperti yang kita temui pada teknik. Melainkan Konstruk adalah rekaan psikologis. Validitas konstruk merupakan derajat yang menunjukkan suatu tes mengukur sebuah konstruk sementara. Konstruk merupakan suatu sifat yang tidak dapat diobservasi, tetapi dapat merasakan pengaruhnya melalui salah satu atau dua indera kita.  Suatu soal dikatakan memiliki validitas konstruksi apabili aspek yang diukur sudah sesuai dengan aspek berpikir yang menjadi tujuan instruksional.

c.       Validitas Konkuren atau ada sekarang
Validitas Konkuren atau ada sekarang adalah derajat dimana skor dalam suatu tes dihubungkan dengan skor lain yang telat dibuat sebelumnya. Langkah membuat tes dengan validitas ada sekarang adalah sebagai berikut:
1.      Administrasi tes yang baru dilakukan terhadap kelompok
2.      Catat tes baku yang ada termasuk berapa koofisien validitasnya
3.      Hubungkan dan korelasikan 2 tes skor tersebut
Hasil yang dicapai akan menunjukkan derajat hubungan validitas yang baru. Dikatakan mempunyai validitas konkuren yang baik apabila derajatnya lebih tinggi dan sebaliknya. Metode pembeda merupakan validitas konkuren yang melibatkan penentuan suatu tes. Jika skor tes dapat digunakan untuk membedakan orang yang memiliki sifat tertentu yang diinginkan dan yang tidak. Validitas konkuren memiliki daya pembeda yang baik apabila dapat mengklarifikasi orang yang satu dengan orang yang lain.Contoh dari validitas ada sekarang adalah apakah tes sumatif ang disusun sudah valid atau belum maka diperlukan kriterium masa lalu yang sekarang datana dimiliki misalkan nilai ulangan harian yang lalu.
 
d.      Validitas Prediksi
Validitas prediksi  adalah derajat yang menunjukkan suatu tes dapat memprediksi bagaimana baik seseorang akan melakukan suatu prospek tugas atau pekerjaan yang direncanakan. Prediksi artinya meramal, mampumeramalkan apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Misakan tes SBMPTN diharapkan akan meramalkan kemampuan siswa menangkan apa yang diajarkan dikampus. Siswa dengan nilai baik berarti memiliki nila baik pula pada masa mendatang dan siswa yang nilai jelek juga diprediksi akan kesulitan mengikuti kegiatan pembelajaran dikampus.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Validitas
Banyak  faktor yang mempengaruhi tes evaluasi tidak valid, antara lain:
1.      Faktor dari dalam tes
a.       Makna tes tidak jelas
b.      Kata-kata yang digunakan terlalu sulit
c.       Item-item tes dikontruksi dengan jelek
d.      Ketidaksesuaian materi yang disampaikan dengan tes
e.       Waktu yang dialokasikan tidak tepat
f.       Soal terlalu sedikit
g.      Jawaban dapat diprediksi
2.      Faktor admiistrasi dan skor
a.       Waktu yang diberikan tidak cukup
b.      Adanya kecurangan dalam tes
c.       Petunjuk yang tidak dapat dilakukan siswa
d.      Pemberian skor yang tidak konsisten
e.       Adanya orang selain siswa yang masuk dan memberikan jawaban kepada siswa
3.      Faktor yang berasal dari jawaban siswa
a.       Penampakan guru killer yang membuat suasana tegang
b.      Suasana gaduh yang mengganggu konsentrasi siswa dalam menjawab

Reliabilitas adalah sama dengan konsistensi atau keajegan. Suatu tes dikatakan memiliki nilai reliabilitas tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur. Instrumen evaluasi dikatakan mempunyai reliabilitas tinggi, berarti: a) hasil interpretasi instrumen menunjukkan konsistensi yang lebih baik, b) menunjukkan betapa yakinnya evaluator atau guru menempatkan sebagai hasil evaluasi dan c) menjadi perhatian para guru agar hasil interpretasi instrumen evaluasi mampu dioperasionalkan di sekolah.

Gronlund, N.E dan Linn, R.L. 1990. Measurement and Evaluation in Teaching. 6th edition. New York: Macmillan Publissing Company.
Johnson, D.W dan Johnson, R.T. 2002. Meaningfull Assesment: A. Manageable and Cooperative process. Boston: Allyn and Bacon Publisher.
Sudjana, Nana. 2012. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan Prinsip & Operasionalnya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi 2. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar